Kasi PAPKI Lamsel Hadiri Halaqoh Pimpinan Ponpes Se-Provinsi Lampung

Admin 26 Jul 2022 Pondok Pesantren
Kasi PAPKI Lamsel Hadiri Halaqoh Pimpinan Ponpes Se-Provinsi Lampung

Lampung Selatan (Humas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Selatan dalam hal ini Kasi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Hj. Septi Suharwita, S.Ag.,M.Pd. bersama KH. Dr. Arafik Udin, S.Ag.,M.Sy. Ketua FKPP Lampung Selatan, KH. Dr. Abdul Adib, M.Pd., Pimpinan Ponpes Al-Ishlah Natar, dan KH.Dr. Andi Warisno, M,M.Pd. Pimpinan Ponpes Hidayatul Mubtadi’in Jati Agung menghadiri kegiatan Workshop dan Halaqoh Pimpinan Pondok Pesantren Se-Provinsi Lampung, Senin (25/7) bertempat di Golden Tulip Springhill Bandar Lampung.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung Puji Raharjo saat membuka secara resmi Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren, menilai Aktivitas-aktivitas konvensional kita hari ini telah banyak berpindah ke ruang digital. Mulai dari bidang pendidikan, transportasi, keuangan atau perbankan hingga kesehatan, telah bertransformasi akibat dari perkembangan atau kemajuan teknologi. Transformasi digital hari ini, sudah tidak bisa dibendung.

Dalam penggunaan teknologi digital, menurutnya, terdapat dampak positif dan juga dampak negatifnya, seperti dampak positif Internet antara lain menambah wawasan dan pengetahuan, menjadi media komunikasi, mudah mencari lowongan pekerjaan, dan mudah melakukan transaksi dan berbisnis. Sedangkan dampak negatifnya meliputi pornografi, tersebarnya informasi palsu, menampilkan kekejaman, dan penipuan.

“Di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat ini, penting untuk kita semua membentengi diri dari konten-konten negatif seperti pornografi, ujaran kebencian, hoax fitnah dan hal-hal negatif lainnya. Kita harus bisa memahami hal ini, jangan sampai perkembangan internet ini dipakai untuk hal-hal negatif tersebut. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, teknologi digital menjadi sesuatu keniscayaan,” katanya.

Puji menyampaikan ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk membentengi diri dari dampak negatif transformasi digital atau kemajuan teknologi hari ini. Pertama, memperkuat pondasi iman dan taqwa. Kedua, beradaptasi dan memperkuat pemahaman tentang literasi digital dan pemanfaatannya, misalnya mengenai pembuatan konten digital yang menarik. Kunci utama dalam membuat konten digital yang menarik ialah harus mengandung unsur edukasi, inspirasi, relevan, dan original. Edukasi bermakna konten harus bisa mengantarkan unsur-unsur yang bermanfaat bagi khalayak luas. Namun selain mengedukasi, konten juga harus dibuat menginspirasi agar dapat lebih menarik perhatian penerima.

Selain kedua hal itu, Kakanwil juga menyebutkan dengan adanya penguatan moderasi beragama baik di lingkungan pondok pesantren, kehidupan bermasyarakat, bernegara, berbangsa dan di segala lini kehidupan. Menurutnya, penguatan moderasi beragama merupakan salah satu dari 7 program prioritas Kementerian Agama. Moderasi beragama merupakan cara pandang dalam bersikap, berperilaku, bertutur kata sesuai agamanya masing-masing secara moderat. Dengan kata lain, tidak terlalu tekstual, tidak pula terlalu liberal. Itulah yang dikatakan Islam Washatiyah. Moderasi beragama ini menjadi modal yang sangat penting dalam kehidupan sosial yang multikultural.

"Indonesia ini sudah ditakdirkan oleh Allah dengan segala perbedaan suku, agama, budaya dan lainnya," ucapnya.

Maka, Penguatan Moderasi Beragama (PMB) menjadi agenda yang terus dilakukan oleh Kementerian Agama pada seluruh jenjang dan lini yang ada. Tak hanya pada lembaga keagamaan, Penguatan Moderasi Agama di Provinsi Lampung, juga digiatkan pada lembaga pendidikan agama dan umum, serta pada pondok pesantren,” jelasnya.

Lebih jauh, dikatakan Puji, bahwa program moderasi beragama bukan milik Kementerian Agama, bukan milik umat Islam saja. Hal itu sudah tercantum dalam pembangunan jangka menengah Indonesia 2020-2024.

"Semua lembaga Kementerian di Indonesia akan mendapatkan materi Moderasi beragama. Kita Kemenag sebagai penggerak penguatan moderasi beragama. Beruntung kita di Kemenag sudah difasilitasi sejak awal," katanya.

Dalam kesempatan ini, Kakanwil Kemenag Lampung mengajak kepada seluruh jajaran Kanwil Kemenag Provinsi Lampung, baik Kepala Seksi, Pimpinan Pondok Pesantren, dan lainnya untuk mempersiapkan dan mengupdate data yang ada di lingkungan kerjanya ke dalam aplikasi Education Management Informastion System (EMIS).

Menurutnya, data ini sangat penting dalam rangka pengembangan Pendidikan yang ada di pondok pesantren itu sendiri. “Kanwil Kemenag Lampung selaku administrator data ini sangat memerlukan dari pesantren Bapak dan Ibu sekalian. Karena akan digunakan oleh Pemerintah dalam mengambil kebijakan, utamanya terkait dengan pendanaan untuk kemajuan pesantren. Ini tentunya manfaat buat ponpes itu sendiri,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI) Erwinto dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Halaqah Pimpinan Pondok Pesantren Provinsi Lampung dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan, Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, Undang-Undang RI Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pondok Pesantren; Peraturan Menteri Agama RI Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama, dan DIPA Ditjen Pendidikan Islam Nomor : 025.09.2.418577/2022 tanggal 17 November 2021.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan Workshop dan Halaqoh Pimpinan Pondok Pesantren Se-Provinsi Lampung, melakukan Konsultasi Tentang Workshop dan Halaqoh Pimpinan Pondok Pesantren Se-Provinsi Lampung, dan meningkatkan kerjasama dan koordinasi antar pondok pesantren dan Kemenag Kabupaten/Kota,” ungkapnya.

“Kegiatan Workshop dan Halaqoh Pimpinan Pondok Pesantren Se-Provinsi Lampung dilaksanakan pada hari Senin sampai dengan Selasa tanggal 25-26 Juli 2022 di hotel Golden Tulip Springhill Bandar Lampung. Kegiatan Workshop dan Halaqoh Pimpinan Pondok Pesantren Se-Provinsi Lampung berjumlah 50 orang peserta yang berasal dari Lembaga Pondok Pesantren, Kemenag Kab/ Kota se-Prov. Lampung dan Kanwil Provinsi Lampung. Panitia pelaksana kegiatan ini berjumlah 5 orang,” rincinya.

Erwinto menambahkan bahwa dalam kegiatan ini, peserta akan diberikan materi dengan narasumber yang berkompetensi. Narasumbernya meliputi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Plt. Kepala Bidang PAPKI, Ketua FKPP Provinsi Lampung, dan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Teroris) Provinsi Lampung. Sedangkan materi yang akan disampaikan terdiri dari Kebijakan Kementerian Agama pada Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam, Regulasi Pendidikan Agama dan Pendidika Keagamaan Islam, Moderasi Beragama "Penanganan Kelompok Ekstrim Kanan Pada Pondok Pesantren, Konsolidasi Forum Komunikasi Pondok Pesantren, Transformasi Digital "Peningkatan Kualitas Pendataan Pesantren".

“Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini meliputi Penyampaian Materi, Tanya Jawab, Diskusi, Penyusunan, Pembahasan, dan Konsultasi,” tandasnya.(Anggithya/Rizky Mubarak/Rico Ariasena/A.Jemi/SD Putra)

Related Post